Dunia rugby dikejutkan oleh pengumuman mengejutkan. Bintang Red Roses, Abby Dow, memutuskan gantung sepatu. Keputusan ini diambil di puncak kariernya. Ia kini ingin fokus pada karirnya sebagai seorang insinyur. Pelatih kepala Red Roses, John Mitchell, menyatakan duka cita mendalam. Ia mengatakan tim kehilangan pemain sayap kanan terbaik di dunia.
Keputusan ini memang sedikit terduga. Dow meninggalkan klubnya, Trailfinders, pada Juni lalu. Ia juga tidak menandatangani kontrak dengan klub lain. Musim Premiership Women’s Rugby telah dimulai pada 24 Oktober. Namun, namanya tidak terdaftar di mana pun. Kini, alasan di balik semuanya terungkap.
Keputusan Mengejutkan dari Bintang Papan Atas
Abby Dow adalah sosok yang sangat dihormati di dunia rugby wanita. Ia memegang peranan penting dalam kesuksesan timnas Inggris. Pengumumannya untuk pensiun tentu saja menjadi blow yang keras. Terlebih lagi, keputusan ini datang tak lama setelah meraih gelar juara. Dow dan Red Roses baru saja mengangkat trofi World Cup Rugby.
Mereka mengalahkan Kanada dengan skor 33-13. Pertandingan final itu berlangsung di Twickenham. Lebih dari 81.000 penonton hadir, mencatatkan rekor dunia. Penampilan terakhir Dow adalah di partai puncak tersebut. Ia pergi dengan status sebagai juara dunia.
Dow mengungkapkan alasannya dalam sebuah pernyataan resmi. “Saya tidak sadar saat memegang bola rugby di usia lima tahun, itu adalah awal dari karir olahraga 23 tahun,” katanya. “Rugby telah menjadi pusat hidup saya. Rugby membentuk saya menjadi seperti sekarang. Namun, saya merasakan tarikan dari passion saya yang lain, yaitu teknik. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk gantung sepatu.”
Karir Cemerlang Si Insinyur
Di luar lapangan, Abby Dow adalah seorang intelektual. Ia berhasil meraih gelar master di bidang teknik mesin. Ia mendapatkannya dari Imperial College London, sebuah universitas ternama. Prestasi akademiknya ini sejajar dengan pencapaiannya di dunia olahraga. Keputusannya untuk fokus pada karir teknik bukanlah hal yang tiba-tiba.
Selama kariernya, Dow telah mengoleksi banyak gelar juara. Ia memenangkan World Cup Rugby bersama timnas Inggris. Selain itu, ia tujuh kali menjadi juara Six Nations. Ia juga berhasil membawa pulang dua trofi WXV 1. Dow mencetak 50 try dalam 59 penampilannya bersama Red Roses. Try terakhirnya ia cetak di perempat final World Cup Rugby melawan Skotlandia.
Ia juga menjadi bagian dari sejarah. Dow termasuk dalam kelompok pertama pemain rugby wanita Inggris. Mereka menerima kontrak profesional penuh pada tahun 2019. Kontrak ini menandai era baru profesionalisme dalam rugby wanita. Dow adalah sosok penting dalam era tersebut.
Tabel Pencapaian Karir Abby Dow
Duka Mendalam bagi Pelatih dan Rekan Setim
John Mitchell, pelatih kepala Red Roses, memberikan pujian setinggi langit. Ia menggambarkan Dow sebagai individu yang luar biasa. “Abby adalah individu yang luar biasa dan pesaing yang garang,” ujar Mitchell. “Ia mengangkat semangat mereka di sekitarnya. Ia cerdas, bijaksana, dan penuh rasa ingin tahu.”
Mitchell juga menyoroti kontribusi Dow di luar lapangan. Ia menyebutkan hobi crochet Dow dan interaksinya dengan para pendukung. Menurutnya, hal-hal ini membantu mengangkat rugby wanita ke level yang lebih tinggi. “Saya pribadi percaya kita kehilangan pemain sayap kanan terbaik di dunia rugby di puncak kekuatannya,” tambahnya. “Namun, kami sepenuhnya menghormati keputusannya.”
Konteks Lebih Besar: Liga R360 dan Tur Lions
Kepergian Abby Dow terjadi di tengah gejolak dalam rugby wanita. Baru-baru ini, liga baru yang disebut R360 bermunculan. Liga ini dianggap sebagai liga pemberontak oleh beberapa serikat rugby. Akibatnya, banyak serikat besar melarang pemainnya bergabung.
British & Irish Lions mengikuti langkah ini. Mereka menyatakan pemain yang bergabung dengan R360 tidak akan dipilih. Kebijakan ini sangat penting mengingat tur wanita pertama Lions akan segera berlangsung. Tur ke Selandia Baru dijadwalkan pada tahun 2027. Lions ingin memastikan para pemain terbaiknya berada di liga yang mapan.
Keputusan Abby Dow untuk pensiun menambah daftar bintang yang meninggalkan lapangan. Namun, alasannya berbeda. Ia tidak pindah ke liga lain, melainkan mengejar mimpi baru. Dunia rugby pasti akan merindukan bakatnya. Namun, dunia teknik mungkin akan segera menyambut seorang insinyur baru yang berbakat.